Apakah
Diabetes itu ?
Kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat
gangguan pada :
-
kerja insulin (insulin resistance)
-
sekresi insulin
-
atau ke2nya
(Expert Committee on the Diagnosis and
Classification of Diabetes mellitus, 2002)
Tipe Diabetes
Melitus




Faktor Risiko
Diabetes Mellitus





Diagnosis of
Diabetes Mellitus
Bagaimana
Mengetahui Seseorang menderita DM ??
A.
TES SARING : Mendeteksi DM secara awal
B.
TES DIAGNOSTIK : Memastikan
DM karna ada gejala
C.
TES PENGENDALIAN :
Memantau terapi DM dan mencegah komplikasi
TES SARING DM
l INDIKASI:
bila terdapat 1/> faktor resiko DM ;
A.
usia >45 th
B.
R/ Keluarga DM
C.
Kegemukan (BB>120% BB ideal)
D.
KH dgn BBL bayi >4000 gr
E.
Hipertensi
F.
Pernah TGT/ GDPT
G.
Dislipidemia (kolestrol meningkat)
PEMERIKSAAN :
o Glukosa Darah
Puasa (GDP
o Glukosa Darah
Sewaktu (GDS)
o Tes Urin (carik
celup/ Benedict,reduksi)
TES DIAGNOSTIK
INDIKASI
:
1.
Tes Saring (+), Keluhan khas DM(+) :
2.
Poliuria, polidipsi, polifagia, lemah, BB
menurun
PEMERIKSAAN :
1.
Glukosa Darah puasa (GDP)
2.
Glukosa Darah Sewaktu (GDS)
3.
Glukosa Darah 2 jam PP
4.
TTGO
TES
PENGENDALIAN
PEMERIKSAAN :
l
1. GDP
l
2. GD2 JAM PP
l
3. HbA1c (40-60 hari)
l
4. Kolesterol Total
l
5. LDL
l
6. HDL
l
7. Trigliserida
Kriteria
Diagnosis DM
1. Gejala DM ditambah gula darah sewaktu ≥ 200
mg/dl atau
2. Glukosa darah puasa (GDP) ≥ 126 mg/dl atau
3. Glukosa darah 2 jam sesudah beban
glukosa (GD 2 jam PP) ≥ 200 mg/dl dengan
tes toleransi glukosa oral (TTGO).
Kriteria
tersebut harus dikonfirmasi pada hari berikutnya.
ADA (American Diabetic Association)/ WHO
(World Health Organization) menetapkan kriteria diagnosa DM adalah :
Kategori yang
berhubungan dengan nilai GDP:
l
Normal = GDP < 110 mg (6,1 mmol/l)
l
TGDP Terganggu = GDP ≥ 110 mg (6,1 mmol/l) dan < 126
mg/dl
(7,0 mmol/l)
l
DM = GDP ≥ 126 mg/dl (7,0 mmol/l)
Kategori yang
berkaitan dengan TTGO:
l
Normal Toleransi Glukosa = Glukosa 2 jam sesudah beban glukosa
< 140 mg/dl (7,8 mmol/l)
l Glukosa Toleransi Terganggu = Glukosa 2 jam sesudah beban glukosa ≥
140 mg/dl (7,8 mmol/l) dan < 200 mg/dl (11,1 mmol/l)
l
DM = Glukosa 2 jam sesudah beban glukosa ≥ 200
mg/dl (11,1 mmol/l) = DM
Apa yang
dimaksud dengan TTGO ?
- Telah digunakan untuk diagnosis diabetes awal secara pasti, namun tidak untuk penapisan dan tidak dilakukan pada pasien dengan manifestasi klinis diabetes dan hiperglikemia
- TGT : TTGO > 140 mg/dL tetapi < 200 mg/dL
Cara
pemeriksaannya:
1.
Tiga hari sebelum pemeriksaan, pasien makan
seperti biasa
2.
Kegiatan jasmani cukup
3.
Pasien puasa selama 10 – 12 jam
4.
Periksa kadar glukosa darah puasa
5.
Berikan glukosa 75 gram yang dilarutkan dalam
air 250 ml, lalu minum dalam waktu menit
6.
Periksa kadar glukosa darah saat ½, 1, dan 2
jam setelah diberi glukosa
7.
Saat pemeriksaan, pasien harus istirahat, dan
tidak boleh merokok
Pemeriksaan
HbA1c
HbA1c (hemoglobin Adult 1 c) :
HbA1 yang terikat secara spesifik
glukosa pada n-terminal valin dari rantai β mbtk pre-HbA1c tdk stabil à
HbA1c stabil.
Hb terglikosilasi : Hb yg terikat
dgn glukosa dan atau Karbohidrat lainnya
thdp gugus amino.
HbA1 : serangkaian Hb yg terglikosilasi dimana
KH berikatan scr spesifik pada N terminal valin dari rantai β
l Hb pada
orang dewasa :
-
HbA (95-100%)
-
HbA2 (2-3%)
-
HbF (<1%)
HbA terdiri : HbAo (92-94,5%) à tdk mengalami glikosilasi
HbA1 (5,5-8,0%) à mengalami glikosilasi
HbA1 à HbA1a, HbA1b, HbA1c (80%) terdapat
dlm eritrosit
MANFAAT PEMERIKSAAN HbA1c:
Mengetahui rata-rata kadar glukosa
darah selama 40-60 hari terakhir sesuai usia eritrosit
Nilai Rujukan ;
HbA1a = 1,6%
HbA1b = 0,8%
HbA1c = 5,0%
HbA1 total = 5,5-8,8%
PENGENDALIAN
DM :
Baik =
4-5%
Sedang =
6-8%
Buruk =
> 8%
Komplikasi DM
1. diabetik
keto-asidosis
2. diabetik non
ketotik
–
mikroangiopati (nefropati, retinopati),
– makroangiopati (penyakit jangung koroner,
penyakit pembuluh darah otak, neuropati dan infeksi.
Tag :
Pemeriksaan Klinis
2 Komentar untuk "Pemeriksaan Lab Diabetes Melitus"
mantap artikelnya sangat membantu,
terimakasih sudah berkunjung :)