PENGERTIAN
— Flu burung ( AI ) penyakit menular
— Virus influenza A
dari unggas (zoonosis)
— AI pada manusia :H5N1
,H7N7, H9N2, H7N2
— Influenza A subtipe H5N1 penyebab flu burung di Hong
Kong, Vetnam, Thailand, Kamboja dan Indonesia
DEFINISI
KASUS
1. Kasus suspek AI
Seseorang menderita demam/panas³ 380C
disertai 1 atau lebih gejala dibawah ini:
-
batuk
-
sakit tenggorokan
-
pilek
-
sesak napas
dan
diikuti satu atau lebih :
a. pernah kontak dgn unggas sakit/mati mendadak atau produk mentahnya dlm 7 hari terakhir sebelum
timbul gejala
b. pernah tinggal / berkunjung di daerah yang terdapat kematian unggas yg tidak biasa dlm 7 hari terakhir sebelum timbul gejala
c. pernah kontak dgn pasien AI konfirmasi dlm 7 hari
terakhir sebelum timbul gejala
d. pernah kontak dgn pasien AI H5N1 dlm 7 hari terakh sebelum
timbul gejala
(kerja di lab)
e. Ditemukan leukopeni £
5000/ul
f. Titer antibodi terhadap H5 dgn uji H1 menggunakan eritrosit kuda
atau uji ELISA untuk influenza A tanpa subtipe
g. Foto toraks pneumonia yg cepat memburuk pada serial foto
ATAU :
Kematian
akibat ARDS yg tak diketahui penyebabnya dgn salah satu
keadaan dibawah
ini:
a. Leukopeni atau limfositopenia
dgn atau tanpa trombositopenia (< 150.000/ml)
b. Foto toraks menggambarkan pneumonia atipikal atau infitrat di kedua sisi paru yang meluas
pada serial foto
2. KASUS PROBABEL AI
Kasus suspek ditambah satu atau lebih keadaan
dibawah ini:
a. Kenaikan titer antibodi
terhadap H5 minimal
4 kali dgn uj H1 menggunakan eritrosit kuda atau uji ELISA
b. Hasil lab terbatas untuk influenza
H5 menggunakan
uji netralisasi
3. KASUS KONFIRMASI Influenza A / H5N1
Kasus suspek atau probabel dgn satu atau lebih
keadaan ini :
a. Biakan virus influenza
A/H5N1 positif
b. PCR influenza A/H5N1
positif
c. Uji IFA positif
d. Kenaikan titer antibodi
spesifik influenza
A/H5N fase konvalesen dgn uji netralisasi, 4 Kali nilai awal (akut).
ETIOLOGI (penyebab)
— Virus influenza tipe A
— Famili Orthomyxoviridae, genus
orthomyxovirus
— RNA beramplop
— Permukaan virus ada 2 glikoprotein
— Hemaglutinin (H)
— Neuromidase (N)
— Subtipe : H1à H16 dan N1 à N9
SIFAT VIRUS
— Dlm air sampai 4 hari pada suhu 220C
, 35 hari pada suhu 4 0C dan
> 30 hari pada suhu O0 C
— Dlm tinja unggas dan dlm tubuh unggas sakit dapat
hidup lama
— Virus mati pada pemanasan 600C
selama 30 menit atau 560C
selama 3 jam atau 800C selama 1 menit. Pada telur
ayam mati pada suhu 640C selama 4,5 menit
— Virus mati dgn diterjen,
disinfekta(formalin, cairan yg
mengandung iodin atau alkohol )
KELOMPOK DENGAN
RISIKO TINGGI
— Pekerja peternakan/ pemrosesan unggas
— Pekerja lab yang memproses sample
— Pengunjung
peternakan/pemrosesan unggas dlm 7 hari terakhir
— Pernah
kontak dgn unggas sakit atau mati mendadak yg belum diketahui penyebabnya dan
atau produk mentahnya dlm 7 hari terakhir
— Pernah
kontak dgn pasien AI konfirmasi
— Catatan : Di Indonesia sebagian
besar kasus bukan risti
MASA INKUBASI
3
hari ( 1-7 ) hari . Masa penularan pada manusia adalah 1 hari sebelum sampai
3-5 hari setelah gejala timbul à
pada anak dapat sampai 21 hari
CARA
PENULARAN
Penularan
pada manusia melalui :
— Binatang : kontak langsung dgn unggas atau produk unggas yang sakit
— Lingkungan : udara atau peralatan yang tercemar virus tsb yang berasal dari tinja atau sekret unggas yang terserang AI
— Manusia: sangat terbatas dan tidak effisien ( kasus dlm kelompok/cluster)
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
a.
Pemeriksaan lab
1.
DIAGNOSTIK
*uji konfirmasi
a.
biakan
b.
PCR
c.
Uji serologi ;IFA, uji netralisasi
* Uji penapisan
a.
Uji HI
b.
EIA (Enzyme Immuno Assay)
2.
PEMERIKSAAN LAIN
a.
hematologi; umumnya leukopeni, limfositopenia trombositoenia
b.
kimia; Funsi hati, fungsi ginjal
3.
Pemeriksaan untuk menyingkirkan
diagnosis
banding: DHF, tipoid, HIV
4.
Lainlain : analisa gas darah
PENATALAKSANAAN
— Petugas memakai APP
— Anamnesis, pemeriksaan fisik
— Pemeriksaan lab hematologi & kimia
— Foto toraks diulang sesuai indikasi
— Uji HI diulang pada hari ke-5 & waktu
pasien pulang
— Perhatikan : KU, kesadaran , tanda vital , saturasi oksigen
— Terapi suportif
— Antiviral oseltamivir secepat mungkin( 48 jam pertama ) dewasa: 2 X 75 mg/hari à 5 hari
— Anak 1-13 tahun: 2mg/kgBB, 2 X sehari selama 5 hari
— Antibiotik à tipikal dan atipikal
— Metilprednisolon 1-2mg/kgBB iv pada pneumonia berat, ARDS, syok sepsis
— Terapi simptomatik
— Rawat ICU sesuai indikasi
0 Komentar untuk "AVIAN INFLUENZA"