Kanker Payudara

Oct 17, 2015
Kanker Payudara
Kanker Payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.

PENYEBAB

Terdapat berbagai faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker payudara. Meskipun demikian, masih belum diketahui bagaimana faktor-faktor ini menyebabkan terbentuknya sel kanker. Beberapa faktor resiko tersebut antara lain :
  1. Usia. Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun.
  2. Pernah menderita kanker payudara atau penyakit payudara non-kanker 
  3. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
  4. Faktor genetik dan hormonal. Wanita yang lebih mungkin memiliki gen ini adalah mereka yang memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara, biasanya pada keluarga dekat. Faktor hormonal juga penting karena hormon memicu pertumbuhan sel.
  5. Menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil. 
  6. Pemakaian pil KB atau terapi sulih estrogen. 
  7. Obesitas pasca menopause. 
  8. Pemakaian alkohol
  9. Paparan radiasi atau bahan kimia tertentu yang menyerupai estrogen, misalnya yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya
  10. Faktor resiko lainnya. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kanker rahim, ovarium dan kanker usus besar serta adanya riwayat kanker tersebut dalam keluarga bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Selain itu, jaringan payudara yang lebih padat memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker payudara.

GEJALA

Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya. Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Selain itu bisa timbul luka di kulit payudara. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk. 

Gejala lain yang mungkin ditemukan: 
  • Benjolan di ketiak
  • Perubahan ukuran, bentuk, atau warna dan tekstur kulit payudara
  • Keluar cairan abnormal dari puting susu (bahkan bisa berdarah)
  • Puting susu tertarik ke dalam
  • Nyeri atau pembengkakan pada salah satu payudara
  • Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.

DIAGNOSA

Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan :

Mammografi
  • Mammografi adalah pemeriksaan rontgen yang membantu untuk menentukan besarnya benjolan.

USG payudara
  • Kadang kala Mammografi dikombinasikan dengan USG payudara untuk menentukan apakah benjolan tersebut sebagian besar padat atau kista, yaitu berisi cairan saja
Biopsi (pengambilan contoh jaringan payudara untuk diperiksa dengan mikroskop)
  • Biopsi melibatkan pengambilan jaringan dari benjolan payudara menggunakan jarum inti atau tipis dan suntikan.

Selain itu, jika ditemukan adanya keganasan, tes lainnya seperti rontgen dada, USG hati dan scan tulang mungkin diperlukan untuk menentukan apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

PENGOBATAN

Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita. Pengobatan terdiri dari
  • Pembedahan,

Untuk kanker yang terbatas pada payudara, pengobatannya hampir selalu meliputi pembedahan (yang dilakukan segera setelah diagnosis ditegakkan) untuk mengangkat sebanyak mungkin tumor. Terdapat sejumlah pilihan pembedahan, pilihan utama adalah mastektomi (pengangkatan seluruh payudara) atau pembedahan breast-conserving (hanya mengangkat tumor dan jaringan normal di sekitarnya).
  • Terapi penyinaran,

Jika kanker hanya ditemukan di tulang, maka bisa dilakukan terapi penyinaran. Terapi penyinaran merupakan pengobatan yang paling efektif untuk kanker tulang dan kanker yang telah menyebar ke otak.
  • Kemoterapi

Kanker payudara bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh. Bagian tubuh yang paling sering diserang adalah paru-paru, hati, tulang, kelenjar getah bening, otak dan kulit. Kanker muncul pada bagian tubuh tersebut dalam waktu bertahun-tahun atau bahkan berpuluh-puluh tahun setelah kanker terdiagnosis dan diobati.

Penderita kanker payudara yang telah menyebar tetapi tidak menunjukkan gejala biasanya memiliki prognosis yang buruk. Kemoterapi bisa diberikan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.
  • Dan obat penghambat hormon.

Pada wanita lebih tua yang telah mencapai menopause, keomoterapi tidak selalu diperlukan, hanya terapi hormon seperti tamoxifen mungkin diperlukan
  •  Rekonstruksi payudara

Untuk rekonstruksi payudara bisa digunakan implan silikon atau jaringan yang diambil dari bagian tubuh lainnya. Rekonstruksi bisa dilakukan bersamaan dengan mastektomi atau bisa juga dilakukan di kemudian hari.

Akhir-akhir ini keamanan pemakaian silikon dipertanyakan. Silikon kadang dapat merembes dari kantongnya sehingga implan menjadi keras, menimbulkan nyeri dan bentuknya berubah.

PROGNOSIS

Stadium klinis dari kanker payudara merupakan indikator terbaik untuk menentukan prognosis penyakit ini. Angka kelangsungan hidup 5 tahun pada penderita kanker payudara yang telah menjalani pengobatan yang sesuai mendekati: 
  • 95% untuk stadium 0
  • 88% untuk stadium I
  • 66% untuk stadium II
  • 36% untuk stadium III
  • 7% untuk stadium IV

PENCEGAHAN
  • Banyak faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.
  • Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembhan jika masih pada stadium dini. SADARI, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini. Pemeriksaan mammografi bisa dilakukan untuk menemukan daerah yang abnormal pada payudara. Setiap wanita yang berusia diatas 40 tahun dianjurkan untuk melakukan mammografi secara rutin setiap 1-2 tahun dan pada usia 50 tahun keatas sekali/tahun.

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)
  • Jika SADARI dilakukan secara rutin, seorang wanita akan dapat menemukan benjolan pada stadium dini. Sebaiknya SADARI dilakukan pada waktu yang sama setiap bulan. Bagi wanita yang masih mengalami menstruasi, waktu yang paling tepat untuk melakukan SADARI adalah 7-10 hari sesudah hari 1 menstruasi. Bagi wanita pasca menopause, SADARI bisa dilakukan kapan saja, tetapi secara rutin dilakukan setiap bulan (misalnya setiap awal bulan).

  1. Berdiri di depan cermin, perhatikan payudara. Dalam keadaan normal, ukuran payudara kiri dan kanan sedikit berbeda. Perhatikan perubahan perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan dan perubahan pada puting susu (misalnya tertarik ke dalam) atau keluarnya cairan dari puting susu. Perhatikan apakah kulit pada puting susu berkerut.
  2. Masih berdiri di depan cermin, kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dan kedua tangan ditarik ke belakang. Dengan posisi seperti ini maka akan lebih mudah untuk menemukan perubahan kecil akibat kanker. Perhatikan perubahan bentuk dan kontur payudara, terutama pada payudara bagian bawah.
  3. Kedua tangan di letakkan di pinggang dan badan agak condong ke arah cermin, dorong bahu dan siku ke arah depan. Perhatikan perubahan ukuran dan kontur payudara.
  4. Angkat lengan kiri. Dengan menggunakan 3 atau 4 jari tangan kanan, telusuri payudara kiri. Gerakkan jari-jari tangan secara memutar di sekeliling payudara, mulai dari tepi luar payudara lalu bergerak ke arah dalam sampai ke puting susu. Tekan secara perlahan, rasakan setiap benjolan atau massa di bawah kulit. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan. Perhatikan juga daerah antara kedua payudara dan ketiak.
  5. Tekan puting susu secara perlahan dan perhatikan apakah keluar cairan dari puting susu.
  6. Berbaring terlentang dengan bantal yang diletakkan di bawah bahu kiri dan lengan kiri ditarik ke atas. Telusuri payudara kiri dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Dengan posisi seperti ini, payudara akan mendatar dan memudahkan pemeriksaan. Lakukan hal yang sama terhadap payudara kanan.

Pemeriksaan no. 4 dan 5 akan lebih mudah dilakukan ketika mandi karena dalam keadaan basah tangan lebih mudah digerakkan dan kulit lebih licin. 
Kanker PayudaraKanker Payudara

SADARI  SADARI
  • Mastektomi pencegahan adalah pembedahan untuk mengangkat salah satu atau kedua payudara dan merupakan pilihan untuk mencegah kanker payudara pada wanita yang memiliki resiko sangat tinggi (misalnya wanita yang salah satu payudaranya telah diangkat karena kanker, wanita yang memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker payudara dan wanita yang memiliki gen p53, BRCA1 atauk BRCA 2).

SUMBER
  • V, Victor G. Breast Cancer. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.
  • B, Jerry R. Breast Cancer. Medicine Net. 2012.
  • Centers For Disease Control and Prevention. Facts About DES and Breast Cancer.
  • DES Exposure. 2013. www.breastcancer.org
  • http://www.singhealth.com.sg/PatientCare/Overseas-Referral/bh/Conditions/Pages/Breast-Cancer.aspx
  • http://www.cancernet.nci.nih.gov/
Read more ...

Kista Ovarium (Kista Indung Telur)

Oct 17, 2015
Kista Ovarium (Kista Indung Telur)

Kista Ovarium atau Kista indung telur biasanya berupa kantong yang tidak bersifat kanker yang berisi material cairan atau setengah cair. Meskipun kista tersebut biasanya kecil dan tidak menghasilkan gejala, tetapi tetap diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk meyakinkan bahwa bukan merupakan suatu kanker.

Kista indung telur dapat terbentuk kapan saja antara masa pubertas sampai menopause, termasuk selama kehamilan. Prognosisnya sangat baik apabila tidak berupa kanker.

PENYEBAB
  • Kebanyakan kista ovarium terbentuk saat siklus menstruasi normal. Kista ini dikenal sebagai kista fungsional. Kista jenis lainnya lebih jarang terjadi.
  • Obat-obat fertilitas, seperti Clomid dan Serophene, yang digunakan untuk menginduksi ovulasi, bisat meningkatkan risiko terjadinya kista setelah ovulasi.
  • Kista fungsional biasanya tidak berbahaya, jarang menyebabkan rasa nyeri, dan seringkali menghilang dengan sendirinya dalam waktu dua atau tiga siklus menstruasi.

GEJALA

Kista indung telur biasanya tidak menimbulkan gejala. Ketika gejala muncul, biasanya berupa nyeri atau terlambat menstruasi.

Kista indung telur dapat menimbulkan nyeri jika kista berukuran besar, pecah, timbul perdarahan, mengganggu suplai darah ke indung telur, mendapat trauma saat melakukan hubungan seksual, atau terputar atau menyebabkan puntiran (torsi) saluran telur (tuba falopi).
Gejala-gejala kista ovarium dapat berupa :
  • Kembung atau pembesaran perut
  • Rasa nyeri saat pergerakan usus
  • Nyeri pada panggul yang singkat sebelum atau sesudah mulai periode menstruasi
  • Nyeri panggul yang tumpul dan konstan
  • Nyeri panggul yang hebat dan tiba-tiba, seringkali disertai mual dan muntah, dapat merupakan tanda adanya puntiran (torsi) indung telur yang mengganggu suplai darah atau pecahnya kista dengan perdarahan
  • Perubahan pada siklus menstruasi tidak umum terjadi pada kista follikular dan lebih sering pada kista korpus luteum. Bercak-bercak darah atau perdarahan dapat terjadi pada beberapa kista.

DIAGNOSA

Dugaan adanya kista indung telur didasarkan dari tanda dan gejala yang ada. Pemeriksaan fisik dapat memperkuat dugaan adanya kista. Untuk memastikan dan menentukan jenis kista, dapat dilakukan berbagai pemeriksaan antara lain :
  • Pemeriksaan USG, bisa dilakukan untuk memastikan adanya kista.
  • Laparoskopi. Dengan menggunakan sebuah alat yang dimasukkan melalui sayatan kecil di perut, indung telur dapat dilihat dan sekaligus dapat dilakukan pengangkatan kista.

PENGOBATAN

Terapi yang diberikan tergantung dari usia penderita, jenis dan ukuran kista, serta gejala-gejala yang ada. Tindakan yang dapat dilakukan :
  • Observasi. Jika seseorang tidak memiliki gejala dan pemeriksaan USG menunjukkan adanya kista berisi cairan yang kecil, maka kista dapat dipantau terlebih dahulu dan diperiksa kembali setelah beberapa bulan untuk melihat apakah telah hilang dengan sendirinya atau tidak.
  • Pembedahan. Pembedahan bisa dilakukan jika kista indung telur berukuran besar, terus berkembang, dan tetap ada setelah dua sampai tiga siklus menstruasi. Kista yang menimbulkan rasa nyeri atau gejala-gejala lainnya juga dapat diangkat. Kedua indung telur dan rahim juga dapat ikut diangkat jika kista tersebut bersifat ganas, atau jika kista terbentuk setelah menopause.

PENCEGAHAN

Meskipun belum ada cara yang pasti untuk mencegah pertumbuhan kista indung telur, pemeriksaan panggul rutin dapat membantu melihat apakah terdapat perubahan pada indung telur, dan jika ada maka dapat didiagnosa sedini mungkin. Selain itu, penting untuk memperhatikan apakah terdapat perubahan dalam siklus menstruasi bulanan, termasuk juga apakah terdapat perubahan pada gejala-gejala yang menyertainya. Jika terdapat perubahan, maka segeralah periksakan diri Anda ke dokter.

SUMBER
  • Mayo Clinic. Ovarian Cysts. 2011.
  • N, Mikio A. Ovarian Cysts and Tumors. WebMD. 2012.
  • V, Linda J. Ovarian Cysts. Medline Plus. 2012.
Read more ...

Hamil Anggur (Mola Hidatidosa)

Oct 17, 2015

Hamil Anggur (Mola Hidatidosa)
Hamil Anggur atau Mola Hidatidosa adalah suatu massa atau pertumbuhan di dalam rahim yang terjadi pada awal kehamilan.

PENYEBAB
  • Mola hidatidosa berasal dari plasenta dan/atau jaringan janin sehingga hanya mungkin terjadi pada awal kehamilan. Massa biasanya terdiri dari bahan-bahan plasenta yang tumbuh tak terkendali. Sering tidak ditemukan janin sama sekali.
  • Penyebab terjadinya mola  hidatidosa belum sepenuhnya dimengerti. Penyebab yang paling mungkin adalah kelainan pada sel telur, rahim dan/atau kekurangan gizi.
  • Resiko yang lebih tinggi ditemukan pada wanita yang berusia di bawah 20 tahun atau diatas 40 tahun. Faktor resiko terjadinya mola adalah:
  • Status sosial-ekonomi yang rendah
  • Diet rendah protein, asam folat dan karotin
GEJALA

Gejala yang muncul bisa berupa:
  1. Perdarahan dari vagina pada wanita hamil (trimester I)
  2. Mual dan muntah berat
  3. Pembesaran perut melebihi usia kehamilan
  4. Gejala-gejala hipertiroidisme (pada 10% kasus), misalnya denyut jantung cepat, gelisah, cemas, tidak tahan panas, penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya, tangan gemetar, dan kulit lebih hangat
  5. Gejala-gejala pre-eklamsi, seperti tekanan darah tinggi dan pembengkakan kaki-pergelangan kaki-tungkai
DIAGNOSA
  • Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain pemeriksaan USG dan pemeriksaan hormon HCG.
    Hamil Anggur (Mola Hidatidosa)
PENGOBATAN
  • Mola harus dibuang seluruhnya. Setelah itu, pemeriksaan kadar hormon (HCG) bisa diulang kembali untuk mengetahui apakah seluruh mola telah terangkat. Pengukuran kadar HCG bisa dilakukan lagi dalam waktu 6 bulan - 1 tahun kemudian untuk memastikan tidak ada jaringan mola yang tersisa.
  • Wanita yang pernah menjalani pengobatan untuk mola sebaiknya tidak hamil dulu dalam waktu 1 tahun, karena sulit untuk mengukur kadar HCG bila terjadi kehamilan. 2-3% kasus mola bisa berkembang menjadi keganasan. Pada kasus ini, penderita perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut.
SUMBER
  • Mayoclinic. Molar pregnancy. 2011.
Read more ...

Autisme

Oct 16, 2015
Autisme


Pengertian Autisme


  • Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku. ASD melingkupi sindrom Asperger dan autisme pada masa kanak-kanak.
  • Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, diperkirakan ada sekitar 2,4 juta orang penyandang autisme di Indonesia pada tahun 2010. Jumlah penduduk Indonesia pada saat itu mencapai 237,5 juta jiwa, berarti ada sekitar satu orang penyandang autisme pada setiap 100 bayi yang lahir.
  • Meski autisme tidak bisa disembuhkan, ada berbagai jenis penanganan dan langkah pengobatan yang bisa membantu para penyandang autisme. Karena itu, penting bagi kita untuk mewaspadai gejalanya sedini mungkin.

Gejala dan Diagnosis Autisme

  • Gejala autisme biasanya baru terlihat jelas setelah terjadi perubahan signifikan dalam kehidupan seseorang dan umumnya mulai berkembang pada masa kanak-kanak. Gejala-gejalanya cenderung bervariasi pada tiap penyandang, tapi dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama.
  • Kategori pertama adalah gangguan interaksi sosial dan komunikasi. Gejala ini meliputi gangguan pemahaman dan kepekaan terhadap perasaan orang lain serta penguasaan bahasa yang lamban.
  • Kategori kedua adalah pola pikir, minat, dan perilaku yang terbatas dan bersifat mengulang. Contoh gerakan repetitif, misalnya mengetuk-ngetuk atau meremas tangan, dan merasa kesal saat rutinitas tersebut terganggu.
  • Penyandang autisme juga cenderung memiliki masalah dalam belajar dan kondisi kejiwaan lain, misalnya gangguan hiperaktif atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), gangguan kecemasan, atau depresi.
  • Gejala autisme biasanya diketahui pada usia awal perkembangan anak sebelum mencapai tiga tahun. Hubungi dokter jika Anda menyadari adanya gejala autisme atau gangguan perkembangan pada diri Anda maupun anak Anda.

Penyebab Autisme Serta Mitosnya

  • Ada beberapa faktor genetika dan lingkungan yang diperkirakan dapat menyebabkan kelainan ini, tetapi penyebab autisme yang pasti belum diketahui hingga saat ini. Dalam kasus-kasus tertentu, autisme juga mungkin disebabkan oleh penyakit tertentu.
  • Vaksin campak, gondong, dan rubela (MMR) pernah dicurigai sebagai penyebab autisme sehingga banyak orang tua yang enggan memberikannya pada anak mereka. Tetapi setelah melakukan berbagai penelitian ekstensif yang melibatkan jutaan anak, para peneliti sama sekali tidak menemukan bukti yang menghubungkan vaksin MMR dan autisme.

Penyandang Autisme Dewasa dan Permasalahannya

  • Ada sebagian orang yang tumbuh dewasa tanpa didiagnosis, meski gejalanya sudah muncul sejak mereka masih anak-anak. Proses diagnosis saat dewasa dapat membantu para penyandang autisme serta keluarga untuk memahami gangguan ini dan memutuskan jenis bantuan yang mereka butuhkan.
  • Sebagian penyandang autisme dewasa mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan karena adanya tuntutan dan perubahan sosial dalam pekerjaan. Pusat layanan khusus autisme bisa membantu mereka untuk mencari pekerjaan yang cocok dengan kemampuan mereka.
  • Di Indonesia, khususnya Jakarta, terdapat International Center for Special Care in Education (ICSCE). ICSCE adalah lembaga nirlaba yang memaparkan dan memberikan gambaran tentang pelatihan serta penyediaan lapangan pekerja bagi penyandang autisme.

Gejala Autisme


  • Kemunculan gejala autisme pada tiap penyandang sangat bervariasi sehingga tingkat keparahannya sulit dipastikan. Pengetahuan tentang indikasi dan gejala autisme, termasuk tentang sindrom Asperger yang berhubungan dengan tahap perkembangan anak, sangat berguna bagi orang tua. Berikut adalah beberapa gejala umum yang mungkin dapat membantu Anda untuk lebih waspada.


Gejala Dalam Interaksi dan Komunikasi Sosial

  • Perkembangan bicara yang lamban (misalnya tidak bisa bicara lebih dari 10 kata saat usianya dua tahun) atau sama tidak bisa bicara.
  • Tidak pernah mengungkapkan emosinya
  • Tidak peka terhadap perasaan orang lain.
  • Tidak merespons saat namanya dipanggil, meski indera pendengarannya normal.
  • Tidak mau bermanja-manja atau berpelukan dengan orang tua atau saudara.
  • Cenderung menghindari kontak mata.
  • Jarang menggunakan bahasa tubuh serta ekspresi wajah saat berkomunikasi.
  • Tidak bisa memulai percakapan, meneruskan obrolan, atau hanya bicara saat meminta sesuatu.
  • Nada bicara yang tidak biasa, misalnya datar seperti robot.
  • Sering mengulang kata-kata dan frasa, tapi tidak bisa menggunakannya dengan tepat.
  • Cenderung terlihat tidak memahami pertanyaan atau petunjuk yang sederhana.
  • Tidak memahami interaksi sosial yang umum, misalnya cara menyapa.

Gejala Dalam Pola Perilaku

  • Memiliki kelainan dalam pola gerakan, misalnya selalu berjinjit.
  • Lebih suka rutinitas yang familier dan marah jika ada perubahan.
  • Tidak bisa diam.
  • Melakukan gerakan repetitif, misalnya mengibaskan tangan, mengayunkan tubuh ke depan dan belakang, atau menjentikkan jari.
  • Cara bermain repetitif dan tidak imajinatif, misalnya menyusun balok berdasarkan ukuran atau warna daripada membangun sesuatu yang berbeda.
  • Hanya menyukai makanan tertentu, misalnya memilih makanan berdasarkan tekstur atau warna.
  • Sangat terpaku pada topik atau kegiatan tertentu dengan intensitas fokus yang berlebihan.
  • Cenderung sensitif terhadap cahaya, sentuhan, atau suara, tapi tidak merespons terhadap rasa sakit.

Gangguan Lain dan Autisme

  • Penyandang autisme umumnya juga memiliki gejala atau pengaruh dari gangguan yang lain, misalnya hiperaktif (ADHD), epilepsi, sindrom Tourette, gangguan obsesif kompulsif (OCD), depresi, gangguan cemas menyeluruh, gangguan belajar, serta gangguan bipolar.
  • Tiap gangguan tersebut mungkin membutuhkan penanganan secara terpisah, misalnya obat-obatan atau terapi perilaku kognitif.

Penyebab Autisme

  • Autisme tanpa faktor penyebab dasar atau autisme primer merupakan jenis autisme yang paling umum terjadi. Jumlahnya diperkirakan mencapai 90 persen dari keseluruhan penyandang autisme.
  • Dalam kasus-kasus tertentu, autisme juga mungkin disebabkan oleh suatu penyakit atau faktor lingkungan. Autisme sekunder ini jarang terjadi dan hanya dialami sekitar 10 persen penyandang autisme.
  • Ada beberapa faktor genetika dan lingkungan yang diperkirakan dapat memicu autisme, tetapi penyebab pastinya belum diketahui. Ada juga beberapa hal yang dikiramenyebabkan autisme, tapi ternyata tidak terbukti, yaitu:
  • Senyawa thiomersal yang mengandung merkuri (digunakan sebagai pengawet untuk beberapa vaksin)  
  • Vaksin campak, gondong, dan rubela (MMR). 
  • Pola makan, seperti mengonsumsi gluten atau produk susu. 
  • Pola asuh anak.
Selain itu, ada beberapa kategori yang dapat digunakan untuk mengelompokkan faktor pemicu risiko autisme, di antaranya:

Faktor Keturunan Dalam Autisme
  • Mutasi dari gen tertentu dapat mempertinggi risiko autisme pada anak. Ada gen-gen keturunan tertentu yang dipercaya dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap autisme.
  • Jika ada orang tua dengan anak autis, mereka dipercaya memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk memiliki seorang anak yang mengidap autis lagi. Sedangkan jika salah seorang anak kembar mengidap autisme, kemungkinan saudara kembarnya mengidap kelainan yang sama juga.
Pengaruh Kelahiran dan Masa Dalam Kandungan
  • Seorang anak mungkin terpajan faktor-faktor lingkungan tertentu selama berada dalam kandungan. Sebagian peneliti mengungkapkan teori bahwa anak yang terlahir rentan terhadap autisme hanya akan positif mengidap autisme jika terpajan faktor pemicu tertentu dari lingkungan, antara lain:

Kelahiran prematur.
  • Terpajan alkohol atau obat-obatan, misalnya sodium valproate yang terkadang digunakan untuk mengobati epilepsi, selama dalam kandungan.
Pengaruh Faktor Neurologis
  • Gangguan spesifik pada perkembangan otak dan sistem saraf juga dapat berpengaruh. Menurut teori medis dan penelitian pemetaan otak yang mempelajari penyandang autisme, koneksi antara bagian-bagian otak mungkin mengalami kekacauan atau menjadi hipersensitif.
  • Koneksi yang kacau atau hipersensitif tersebut mengakibatkan para penyandang autisme tiba-tiba merasakan respons emosional berlebihan saat melihat objek atau kejadian sepele. Mungkin inilah alasan para penyandang autisme menyukai rutinitas dan sangat marah jika terjadi perubahan. Rutinitas memberi mereka pola perilaku yang tidak memancing respons emosional yang berlebihan.
Pengaruh Faktor Psikologis Dalam Autisme
  • Salah satu faktor risiko yang diperkirakan memengaruhi gejala penyandang autisme adalah perbedaan mereka dalam pola pikir. Sebuah konsep yang dikenal sebagai ‘teori pikiran’ (theory of mind) menjadi dasar dalam berbagai penelitian yang mendalami kemungkinan pengaruh faktor psikologis terhadap autisme. Teori ini memaparkan tentang kemampuan seseorang untuk memahami kondisi kejiwaan orang lain dan menyadari bahwa tiap individu memiliki keinginan, keyakinan, emosi, serta hasrat masing-masing.
  • Anak-anak yang normal dianggap sudah memahami teori pikiran saat berusia sekitar empat tahun. Sedangkan anak-anak dengan autisme memiliki pemahaman terbatas atau tidak sama sekali tentang teori pikiran. Keterbatasan inilah yang mungkin menjadi akar permasalahan mereka dalam interaksi sosial serta menjadi alasan adanya gejala psikologis dalam autisme.
Pengaruh Usia Ibu
  • Risiko sang anak mengidap autisme diperkirakan semakin meningkat jika sang ibu menjalani masa kehamilan dan melahirkan pada usia lebih tua (terutama, di atas 35 tahun).
Diagnosis Autisme

  • Sebagian besar orang tua menyadari gejala-gejala autisme saat anak mereka berusia 2-3 tahun, tetapi ada juga yang tidak terdeteksi sampai penyandangnya dewasa.
Langkah Diagnosis Autisme pada Anak-anak
  • Jika Anda mencemaskan perkembangan anak Anda, pastikan Anda mengonsultasikannya pada dokter. Jika dokter mencurigai adanya gejala autisme, Anda biasanya akan dirujuk pada para spesialis untuk diagnosis lebih lanjut seperti psikolog, psikiater, dokter spesialis anak, dan ahli terapi wicara.
  • Tidak ada pemeriksaan medis spesifik yang dapat digunakan untuk mengonfirmasi autisme. Kelainan ini biasanya didiagnosis berdasarkan gejala yang ditunjukkan oleh sang anak.
  • Yang umum dilakukan adalah pemeriksaan fisik untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit lain dan sejumlah pertanyaan mengenai perkembangan, kesehatan, serta informasi mengenai perilaku anak biasanya akan dikumpulkan dari pihak-pihak yang bersangkutan. Misalnya, dokter dan staf penitipan anak maupun sekolah.
  • Pemeriksaan penunjang juga akan dilakukan jika dokter merasa perlu. Sang anak biasanya akan diminta untuk mengikuti sejumlah kegiatan agar kemampuan dan aktivitasnya bisa diamati serta diperiksa secara khusus. Pemeriksaan terfokus ini meliputi kemampuan bicara, perilaku, pola pikir anak, dan interaksi dengan orang lain. Selain itu, para spesialis akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga dan perkembangan anak secara mendetail pada orang tua.
  • Tetapi hasil pemeriksaan ini belum tentu bisa mendiagnosis autisme secara pasti. Jika para spesialis tidak bisa mengkonfirmasi diagnosis autisme meski pemeriksaan tersebut sudah selesai, anak Anda mungkin dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ulang saat usianya lebih tua dan gejala autisme makin terlihat.
  • Diagnosis akan memberikan gambaran jelas di balik sikap dan kepribadian anak Anda. Reaksi yang umum dirasakan para orang tua saat pertama mendengar bahwa anak mereka menderita kelainan autisme adalah terkejut dan tidak percaya karena mencemaskan masa depan sang anak.
  • Tetapi proses ini juga akan memberi kesempatan agar Anda dapat membimbing perkembangan dan pertumbuhan mereka. Anda bisa mencari informasi sebanyak mungkin tentang autisme serta penanganannya lewat Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI), Yayasan Autisma Indonesia, serta International Center for Special Care in Education (ICSCE).
Langkah Diagnosis Autisme Pada Orang Dewasa
  • Banyak orang yang menyadari gejala autisme mereka saat sudah dewasa. Mereka cenderung takut untuk didiagnosis karena merasa akan dikucilkan dan diremehkan. Tapi sebenarnya langkah diagnosis autisme saat dewasa dapat membantu para penyandang serta keluarga untuk memahami gangguan ini dan memutuskan jenis bantuan yang tepat.
  • Hubungi dokter jika Anda merasa memiliki gejala autisme. Anda juga bisa meminta rujukan untuk psikiater atau psikolog agar dapat menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pengobatan Autisme

  • Meski autisme tidak bisa disembuhkan, ada banyak layanan bantuan pendidikan dan terapi perilaku khusus yang dapat meningkatkan kemampuan penyandang autisme. Tetapi bantuan untuk autisme memiliki banyak jenis dan keluarga biasanya kesulitan untuk memilih bantuan mana yang cocok karena efeknya akan berbeda pada tiap penyandang. Penanganan autisme juga membutuhkan komitmen waktu, emosi, dan finansial.
  • Program penanganan autisme (sering disebut intervensi) biasanya melibatkan para spesialis, seperti dokter spesialis anak, psikolog, psikiater, ahli terapi wicara, dan ahli terapi okupasi.
  • Aspek-aspek penting dalam perkembangan anak yang seharusnya menjadi fokus pada tiap bantuan adalah kemampuan berkomunikasi, kemampuan berinteraksi, kemampuan kognitif (misalnya, bermain secara kreatif), dan kemampuan akademis.
Intervensi Interaksi Sosial
  • Jenis bantuan ini bertujuan membantu penyandang autisme anak-anak untuk berkomunikasi dan berinteraksi sehingga mereka lebih mudah beradaptasi. Intervensi dini ini juga mungkin diadakan di sekolah atau bersama orang tua dan guru.
Analisis Perilaku Terapan (ABA)
  • ABA (Applied Behaviour Analysis) membagi kemampuan (misalnya, kemampuan komunikasi dan kognitif) menjadi tugas-tugas sederhana yang diajarkan secara terstruktur serta memberikan hadiah atau pujian untuk mendorong perilaku baik. ABA biasanya dilakukan di rumah, tapi ada program tertentu yang terkadang dapat diterapkan di sekolah atau tempat penitipan anak.
  • Tugas-tugas sederhana yang lama-kelamaan semakin kompleks dalam jenis terapi yang banyak dipakai di Indonesia ini dapat membantu perkembangan sang anak dengan meningkatkan kemampuannya secara bertahap. Tetapi ada sebagian pakar yang mengkhawatirkan intensitasnya dan meragukan kegunaan kemampuan yang dikembangkan tersebut di luar terapi.
Treatment and Education of Autistic and Related Communication Handicapped Children (TEACCH)
  • Ada penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak dengan autisme sering menunjukkan respons yang lebih baik terhadap informasi yang diberikan secara visual. Karena itulah TEACCH mengutamakan sistem pembelajaran terstruktur menggunakan komunikasi visual.
Pengajaran dan Pelatihan Untuk Orang Tua
  • Peran orang tua bagi anak-anak penyandang autisme sangatlah penting. Partisipasi aktif orang tua akan mendukung dan membantu meningkatkan kemampuan sang anak.
  • Mencari informasi sebanyak mungkin tentang autisme serta penanganannya sangat dianjurkan untuk para orang tua. Anda bisa mencari tahu lebih banyak melalui Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI), Yayasan Autisma Indonesia, serta International Center for Special Care in Education (ICSCE).
  • Membantu anak Anda untuk berkomunikasi dapat mengurangi kecemasan dan memperbaiki perilakunya karena komunikasi adalah hambatan khusus bagi anak-anak dengan autisme. Kiat-kiat mungkin bisa berguna:
  • Gunakan kata-kata yang sederhana. 
  • Selalu menyebut nama anak saat mengajaknya bicara. 
  • Manfaatkan bahasa tubuh untuk memperjelas maksud Anda. 
  • Berbicara pelan-pelan dan jelas. 
  • Beri waktu pada anak Anda untuk memproses kata-kata Anda. 
  • Jangan berbicara saat di sekeliling Anda berisik.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi
  • Ada beberapa penanganan yang biasanya dianjurkan untuk mengatasi gangguan komunikasi yang dialami anak Anda, yaitu:
Bantuan terapi psikologi
  • Penanganan secara psikologis dapat dianjurkan untuk membantu pengobatan jika anak Anda menderita autisme dan masalah kejiwaan, seperti gangguan kecemasan. Contoh dari jenis penanganan ini adalah terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioural Therapy (CBT).
  • Terapi psikologis umumnya dilakukan dengan menemui psikolog untuk menceritakan perasaan serta dampaknya pada perilaku dan kesejahteraan. Karena itu para spesialis yang terlibat harus menyesuaikan metode terapi dengan keterbatasan yang dimiliki penyandang autisme. Misalnya, informasi dalam bentuk tulisan atau visual dan menggunakan bahasa yang sederhana.
Terapi wicara
  • Hampir semua anak dengan autisme mengalami kesulitan bicara. Terapi ini mengutamakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan bicara sehingga anak mampu berinteraksi dengan orang lain.
  • Ahli terapi akan menggunakan sejumlah teknik seperti alat bantu visual, cerita, dan mainan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.
Picture Exchange Communication System (PECS)
  • Ahli terapi PECS akan menggunakan gambar untuk membantu anak-anak dengan autisme. Cara ini dipilih karena gambar lebih efektif untuk berkomunikasi bagi sebagian penyandang autisme anak-anak.
  • Pada tahap awal, anak-anak akan diajari cara komunikasi sederhana seperti memberikan kartu bergambar untuk berkomunikasi dengan orang dewasa. Lalu ahli terapi akan mengajarkan kemampuan yang lebih sulit, misalnya menggunakan kartu bergambar untuk membentuk kalimat. Proses ini bertujuan agar anak-anak belajar memulai komunikasi tanpa diminta.
Metode komunikasi Makaton
  • Makaton adalah metode komunikasi menggunakan bahasa isyarat dan simbol untuk membantu penyandang autisme berkomunikasi. Metode ini dirancang untuk membantu komunikasi verbal. Karena itu, bahasa isyarat dan simbol biasanya digunakan bersamaan dengan perkataan agar artinya dapat lebih dimengerti.
  • Tiap gerakan bahasa isyarat Makaton memiliki simbol masing-masing berupa gambar sederhana. Simbol tersebut juga bisa digunakan tanpa bahasa isyarat. Makaton sangat fleksibel karena bisa digunakan sesuai kebutuhan masing-masing pemakainya. Misalnya untuk:
  • Mengungkapkan pikiran, pilihan, dan emosi. 
  • Menandai objek, gambar, foto, dan tempat. 
  • Bermain dan bernyanyi. 
  • Menulis resep, daftar belanja, surat, dan pesan. 
  • Membantu menunjukkan jalan atau gedung.
  • Sebagian besar penyandang autisme yang awalnya menggunakan Makaton lama-kelamaan akan berhenti secara alami dan beralih pada kemampuan komunikasi verbal seiring dengan perkembangan kemampuan bicara mereka.
  • Selain meningkatkan kemampuan dasar komunikasi pada sebagian penyandang autisme, Makaton juga dapat membantu proses interaksi sosial mereka.
Penggunaan Obat-obatan
  • Walau tidak bisa menyembuhkan autisme, obat-obatan mungkin diberikan dokter spesialis yang bersangkutan untuk mengendalikan gejala-gejala tertentu. Tetapi anak Anda biasanya dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ulang setelah meminumnya selama beberapa minggu karena obat-obatan tersebut memiliki efek samping yang signifikan. Beberapa jenis obat yang biasa diberikan adalah:
  • Depresi yang dapat diatasi dengan jenis obat penghambat pelepasan selektif serotonin (SSRI). 
  • Sulit tidur yang dapat diatasi dengan obat seperti melatonin. 
  • Hiperaktif yang dapat diatasi dengan obat seperti methylphenidate. 
  • Epilepsi yang dapat diatasi dengan jenis obat yang disebut antikonvulsan. 
  • Perilaku yang agresif dan yang membahayakan, seperti mengamuk atau menyakiti diri sendiri. Jika parah atau penanganan secara psikologis tidak berpengaruh, kelainan ini mungkin dapat diatasi dengan obat anti-psikotik.
Metode Pengobatan yang Sebaiknya Dihindari
  • Ada sejumlah metode pengobatan alternatif yang dikira berpotensi untuk mengatasi autisme, tapi keefektifannya sama sekali belum terbukti dan bahkan ada kemungkinan beberapa di antaranya berbahaya. Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan alternatif yang sebaiknya dihindari:
  • Pola makan khusus, misalnya makanan bebas gluten atau kasein. 
  • Terapi neurofeedback. Aktivitas otak biasanya dipantau lewat elektroda yang dipasang di kepala. Pasien bisa melihat gelombang otaknya lewat layar dan diajari cara mengubahnya. 
  • Terapi khelasi yang menggunakan obat atau zat lain untuk menghilangkan zat logam, terutama merkuri, dari tubuh. 
  • Terapi oksigen hiperbarik. Pengobatan dengan oksigen dalam ruang udara bertekanan tinggi.
Read more ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...